Hai “It would be my diary”, apa kabarmu?
Cukup lama aku tidak membagikan sepenggal perasaanku kepadamu.
Sejujurnya minggu lalu aku sudah ingin menggoreskan sesuatu di lembaranmu, namun apa daya, terkadang jariku terlalu ragu, dan mataku terlalu sayu.
Sampai akhirnya malam ini, jam ini, menit ini dan detik ini aku baru bisa sedikit mengusikmu.
Ehm, baiklah kita mulai saja..
Tapi tunggu, kau mau berita bagus dahulu, atau berita yang kurang bagus dahulu?
Bagaimana kalau dari yang bagus dahulu?
Ya jujur saja kejadian ini memang lebih dulu terjadi dari berita yang kurang bagus.
Baiklah, tepat seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 16 April, perasaan ku sangat kacau semua kesal kecewa lelah bertumpuk menjadi gunung yang tinggi, yang mampu membuat dadaku terasa sesak, dan nyaris terisak.
Entah apa yang muncul dipikiranku saat itu, tetiba jari-jariku sudah menari dia atas keypad telpon genggamku, kutuliskan namanya di kolom “go to user” di jejaring sosial itu.
Kuperhatikan lekat-lekat lini masanya, mungkin saja aku bisa menerka isi hatinya.
Aku tak tau pasti apa yang kurasakan saat itu, yang jelas aku butuh seseorang sebagai sandaran, dan aku tak tau kenapa aku pilih dirinya, kenapa aku memilihnya untuk menyandarkan segala kegelisahan dan kekesalanku itu.
Kuperhatikan lekat-lekat lini masanya, kulihat ia terakhir “berkicau” sembilan jam yang lalu.
Yah kupikir tiada salahnya ku menyapanya sekarang, toh dia sedang tidak berlalu lalang di lini masaku.
Dengan perasaan pasrah kuketikkan sapaan nan sederhana, hanya tiga huruf yang mungkin baginya sangat biasa, tapi bagiku tiga huruf itu mewakilkan segala perasaanku padanya.
Kuketikkan perlahan kata “Kak…”.
Dan hey, tak kusangka tak sampai satu menit aku mendapati balasan darinya, “Yupp cik..”
Ehm, mungkin baginya ini cuma balasan biasa, tapi tunggu…sejak kapan dia memanggilku dengan panggilan “Cik”??
Dan seketika, perasaanku yang sebelumnya sangat suram, berubah menjadi taman bunga yang dipenuhi kupu-kupu, aku tak henti-hentinya memahat senyum di pipiku.
Aku seperti tersihir, mungkin hampir semua temanku memanggilku “Cik”, tapi dia??
Selama ini, dia tak pernah memanggil namaku, menyebut Fransisca saja tak pernah, jadi angin apa yang membuatnya memanggilku seperti itu??
Tapi aku suka, suka sekali, dan semenjak saat itu dia suka bahkan selalu memanggiku “Cik”, aku suka Kak, suka sekali, tetaplah memanggiku begitu, tetaplah membuatku menjadi Ice cream dan tetaplah menjadi matahariku, tetaplah membuatku meleleh dihadapanmu Kak.
Dan, inilah saatnya aku menyampaikan berita kurang bagus, ehm sejujurnya masalah ini hampir sama dengan yang lalu selalu begitu.
Perasaan yang teramat sering kurasakan, perasaan saat seseorang mengajakmu naik hingga ke puncak menara eiffel, lalu kau memperhatikan pemandangan indah dari atas, dan kemudian orang itu mendorongmu hingga terjatuh menyentuh tanah.
Ya, itulah yang sering kurasakan, saat dirinya telah sukses membuat jantungku bekerja lebih keras, saat dia berhasil membuat senyuman itu terpahat lekat di pipiku, saat dia sanggup memperbaiki perasaanku, saat itu juga dia berhasil menghancurkan segalanya (lagi).
Ya, saat aku sudah kembali menaruh harapan padanya, dia kembali mematahkannya, dia masih tak peduli pada seorang gadis yang menantinya dengan setia, dia masih tak sudi untuk menolehkan wajahnya pada gadis yang selalu menatapnya lekat-lekat, dia masih tak mengerti ada seorang gadis yang selalu membicarakan tentangnya setiap hari, dia masih tak sadar bahwa ada seorang gadis yang menyiapkan hati yang utuh untukknya, dia masih tidak paham bahwa gadis itu aku.
Dia masih sibuk menoleh kesana-kemari.
Tapi aku tak peduli, sampai detik ini aku masih sanggup, aku masih mampu menantinya, aku masih mampu menyimpan perasaan ini sampai dia sudi menoleh kemari.
Aku percaya, suatu saat semua ini akan terjadi, karena itu aku akan tetap menanti, disini, sendiri.
Ryo Miyaichi
FA Cup Premier First Goal!!!
Millwall 0 Bolton 2: Miyaichi and Ngog lift the gloom for Coyle
Read more: http://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-2102992/Millwall-0-Bolton-2-Miyaichi-Ngog-lift-gloom-Coyle.html#ixzz1mkp88ufe